- Gambaran usaha (description of the business)
- Pemasaran (marketing plan)
- Keuangan (financial management plan)
- Manajemen (management plan)
Agar lebih meyakinkan, akan lebih baik bila rencana bisnis dilengkapi dengan executive summary, dokumen pendukung dan proyeksi keuangan.
A. Gambaran Usaha
Gambaran usaha harus dapat menjawab pertanyaan :
- Usaha apa yang akan dilakukan?
- Siapa yang akan mengelolanya?
- Kapan, dimana dan bagaimana usaha itu dijalankan?
- Apa yang membuat usaha itu unik dibandingkan pesaing?
Gambaran umum usaha
- Legalitas : bentuk usaha serta ijin-ijin yang dimiliki
- Tipe usaha : perdagangan, perindustrian, jasa
- Usaha baru, pengambil-alihan, pengembangan, atau waralaba (franchise)
- Prospek dan kemungkinan pengembangannya
- Kapan, dimana dan bagaimana pelaksanaannya
- Latar belakang pemilik dan pengelola
- Jenis produk atau jasa yang dihasilkan
- Keunggulan produk atau jasa tersebut
- Masukan dari pelanggan dan calon pelanggan
- Antisipasi terhadap kemungkinan persaiangan produk atau jasa
- Persyaratan lokasi
- Ruang atau lingkungan yang diperlukan
- Akses ke lokasi
Pemasaran memainkan peranan penting bagi kesuksesan usaha. Kunci utamanya, kita harus memahami kebutuhan atau keinginan pasar (pelanggan).
Oleh sebab itu, strategi pemasaran harus benar-benar matang dan bisa menjawab pertanyaan berikut:
- Siapa target pasar yang dibidik?
- Pasar seperti apa yang dihadapi? Sedang berkembang, statis atau menurun?
- Apakah pangsa pasar dapat ditingkatkan?
- Bagaimana cara menarik pelanggan, mempertahankan pelanggan, serta meningkatkan pangsa pasar?
Dalam rencana pemasaran, kita juga perlu memperhatikan:
* Pesaing atau kompetitor
Siapa 5 (lima) besar pesaing langsung yang dihadapi?
- Adakah pesaing tak langsung yang akan dihadapi?
- Bagaimana kondisi usaha mereka?
- Apa yang dapat dipelajari dari operasi mereka?
- Apa kelemahan dan keunggulan mereka?
- Apa perbedaan, keunggulan dan kelemahan produk atau jasa yang mereka tawarkan?
- Harga dan biaya retail
- Harga pasar rata-rata
- Harga dibawah pasar, diatas pasar dan kemungkinan adanya harga bertingkat
C. Rencana Keuangan
Keuangan adalah "nyawa" dari usaha. Oleh sebab itu, kita harus mempersiapkannya secara matang dan bijaksana.
Untuk keberhasilan usaha, perhatikan hal-hal berikut:
Anggaran harus realistis
Anggaran harus mencakup dana riil yang diperlukan untuk memulai usaha (start-up cost) dan dana untuk operasional sehari-hari (operational cost)
* Operating budget minimal harus dibuat untuk jangka waktu 3 hingga 6 bulan pertama
* Bagian keuangan harus mencantumkan dana-dana luar yang dipakai, peralatan yang dimiliki dan daftar supplier atau pelanggan, neraca, analisa Break Even Point, proforma proyeksi laba rugi, dan proforma arus kas (cashflow) usaha
* Proyeksi laba rugi dan cashflow harus dibuat paling tidak untuk 3 tahun kedepan
* Rencana yang dibuat harus dilengkapi penjelasan seluruh proyeksi yang dibuat, dan asumsi-asumsi yang dipakai
D. Rencana Manajemen
Rencana manajemen yang dibuat harus dapat menjawab hal-hal berikut:
- Apakah Anda mampu menjalankan usaha sendiri?
- Bagaimana pengalaman dan kemampuan (skill) yang dimiliki dapat membantu usaha yang akan dijalankan?
- Apa kelemahan Anda dan bagaimana mengatasinya?
- Siapa yang akan duduk dalam tim manajemen perusahaan? Apa kekuatan dan kelemahan mereka?
- Apa jabatan mereka? Bagaimana tugasnya?
- Apakah ada rencana penambahan karyawan?
- Bagaimana standar gaji, bonus, dan lain-lain?
- Apakah Anda mengerti peraturan perburuhan?
RSS Feed
Twitter


0 comments:
Post a Comment